Senin, 19 Oktober 2015

TNI-AU Bisa Miliki Jet Tempur F-16 Tercanggih


F-16V Viper yang ditawarkan Lockheed Martin kepada pemerintah Indonesia.


 
Tentara Nasional Indonesia Angkatan Udara (TNI-AU) berkesempatan mengoperasikan pesawat tempur jet F-16 generasi terbaru, F-16 Viper (F-16V).

Hal tersebut dimungkinkan setelah pabrikan F-16, Lockheed Martin asal Amerika Serikat (AS) berkunjung ke Indonesia dan mengajukan proposal penawarannya kepada pemerintah RI. Lockheed Martin pun memboyong cockpit demonstrator F-16V untuk dicoba oleh awak media.

Randy Howard, selaku Business Development F-16 Lockheed Martin mengatakan di hadapan media, termasuk KompasTekno, bahwa F-16V yang ditawarkan kepada Indonesia ini telah memiliki upgrade avionik dan sistem radar paling canggih yang dimiliki generasi F-16.

"Karena itu, Indonesia bisa menjadi operator pertama generasi F-16 tercanggih yang kami miliki," ujar Randy saat ditemui di Jakarta, Rabu (7/10/2015).


Reska K. Nistanto/KOMPAS.com Randy Howard, Director Business Development F-16 Lockheed Martin
Dijelaskan Randy, sistem radar milik F-16V bisa menjejak target udara dan darat secara bersamaan. Dengan demikian, F-16V bisa berperan sebagai pesawat "multirole" baik untuk misi udara-udara atau udara-darat (Air-to-Air dan Air-to-Ground).

Selain itu, berkat dukungan radar SABR (Scalable Agile Beam Radar) APG-83 yang dikembangkan bersama dengan Northrop Grumman, F-16V dikatakan Randy memiliki mode maritim khusus untuk patroli wilayah perbatasan di laut, yang merupakan sebagian besar wilayah Indonesia.

Radar ini juga diklaim Randy memiliki resistensi tinggi terhadap jamming, peningkatan tracking target, dan jangkauan deteksi target yang lebih jauh dibanding generasi F-16 sebelumnya.

Varian F-16V juga memiliki tanki bahan bakar tambahan (CFT/Conformal Fuel Tanks) yang berada di punggung pesawat, sehingga menambah daya jelajah pesawat tanpa mengorbankan jumlah persenjataan yang bisa dibawa.

Foxtrot Alpha Varian F-16V dengan conformal fuel tank (CFT/tanki bahan bakar tambahan) di punggung pesawat.
Biasanya, tanki bahan bakar tambahan yang dibawa F-16 menggunakan salah satu cantolan misil yang ada di sayap atau perut pesawat.

Dengan memiliki CFT di punggung, maka cantolan-cantolan tersebut tetap bisa dimaksimalkan untuk membawa berbagai sistem persenjataan.


Lebih ekonomis

Karena merupakan pesawat dengan mesin jet tunggal, Lockheed Martin mengklaim F-16V lebih irit dibanding pesawat jet bermesin ganda, seperti Sukhoi Su-35 yang saat ini juga diminati oleh TNI AU.

Menurut Lockheed Martin, F-16V memiliki biaya perawatan yang lebih rendah dibandingkan dengan pesawat tempur bermesin ganda tadi. Selain bisa mengurangi biaya produksi mesin, juga mengurangi konsumsi bahan bakar.

Mesin yang digunakan oleh F-16V juga bisa dipakai terbang (air time) lebih lama sebelum harus dilakukan perawatan secara rutin.

Di samping itu, mesin baru tersebut juga memiliki kesamaan fasilitas/logistik dengan mesin Pratt Whitney PW220 yang dipakai generasi F-16 sebelumnya.

Urusan commonality (kesamaan) ini juga menjadi jualan utama Lockheed Martin dalam menawarkan f-16 kepada pemerintah Indonesia. Kita tahu Indonesia telah mengoperasikan F-16 A/B Block 15 sejak tahun 1980-an sebagai bagian dari proyek Peace Bima Sena I.

Lalu gelombang kedua F-16 datang ke Indonesia pada 2014 lalu sebagai bagian dari kesepakatan Peace Bima Sena II.

"Indonesia telah menjadi operator F-16 sejak lama, tentu ini bisa mempercepat adopsi," ujar Randy.


Transfer teknologi

Salah satu syarat yang diminta oleh pemerintah Indonesia dalam proyek peremajaan armada pesawat TNI-AU adalah transfer teknologi. Berbicara mengenai hal ini, Lockheed Martin mengaku saat ini belum ada pembicaraan banyak dengan pemerintah Indonesia, namun peluang itu ada dan terbuka lebar.

Transfer teknologi yang diminta oleh pemerintah RI bisa diwujudkan melalui produksi komponen atau suku cadang di dalam negeri, seperti komponen tanki bahan bakar tambahan (CFT) tadi.

Dalam hal ini, Lockheed Martin bisa menggandeng PT Dirgantara Indonesia (PTDI) di Bandung, Jawa Barat.

Kesepakatan ini pun menurut Director International Business Development (IDB) Asia Pacific Lockheed Martin, Robie Notestine, tidak terbatas untuk pesawat F-16 saja, melainkan juga pesawat produksi Lockheed Martin lain yang juga dioperasikan oleh TNI-AU, seperti pesawat angkut C-130 Hercules.

"Kesempatannya ada, dan kami akan senang untuk membicarakannya dengan pemerintah Anda," terang Notestine kepada KompasTekno.

Untuk diketahui, status dari penawaran F-16V kepada pemerintah Indonesia masih dalam tahap "Request of Information," sebagaimana dengan status pabrikan-pabrikan pesawat jet tempur lain yang juga melakukan penawaran kepada Indonesia, termasuk Eurofighter Typhoon, SAAB JAS 39 Gripen, dan Sukhoi dengan Su-35-nya.

Pesawat-pesawat tersebut yang saat ini menjadi kandidat teratas untuk menggantikan armada F-5E Tiger TNI-AU yang segera dipensiunkan. Perlu ditegaskan bahwa TNI-AU belum secara resmi memilih salah satu jenis pesawat tempur tadi.
sumber kompas.com

Video 4K Tak Perlu Televisi 4K

Oik Yusuf/ Kompas.com Peluncuran kamera Lumix GX8 dan Lumix G7 di Jakarta, Kamis (15/10/2015)


Setelah full-HD, pabrikan perangkat audio-video, gadget, dan digital imaging mulai beralih ke video 4K yang memiliki resolusi 4 kali lebih tinggi. Tak terkecuali Panasonic yang pada Kamis (15/10/2015) kemarin baru saja meresmikan kehadiran duet kamera mirrorless 4K Lumix GX8 dan G7 di Indonesia.

Untuk bisa menikmati hasil rekaman video 4K dari kedua kamera tersebut, Marketing Manager panasonic Consumer Marketing Asia Pacific Atsushi Kato mengatakan bahwa pengguna Lumix GX8 dan G7 tak perlu memiliki televisi 4K.

“Ini karena video 4K hasil downscaling ke full-HD sekalipun tampilannya akan lebih bagus dibandingkan video full-HD asli,” ujar Kato saat dijumpai usai acara peluncuran Panasonic Lumix GX8 dan G7.

Di samping itu, Marketing Director PT Panasonic Gobel Indonesia Yasunori Takase juga menyebutkan bahwa tiap frame dalam rekaman video 4K bisa diambil untuk disimpan sebagai foto.

Masing-masing frame video 4K memiliki resolusi lumayan tinggi, mencapai 8 megapixel. Karena itu merekam video 4K tak ubahnya menjepret gambar 30 kali per detik (30 FPS, sesuai frame rate rekaman video 4K Lumix GX8 dan G7).

“Resolusi sebesar itu sudah cukup untuk menghasilkan foto yang jelas. Menangkap momen penting pun jadi mudah,” kata Takase saat berbicara di panggung acara peluncuran.

Perekaman video 4K adalah satu kemampuan yang digadang-gadang menjadi diferensiasi alias pembeda produk kamera Panasonic dibanding para pesaingnya.

Beberapa model kamera terbaru besutan pabrikan Jepang ini, baik mirrorless maupun jenis compact high-end, memang sudah mendukung perekaman video 4K, demikian pula sejumlah jenis produk lain.

“Kami berusaha membangun ekosistem video 4K,” ujar Takase. “Kami punya televisi, perangkat audio-video, dan kamera 4K, semuanya saling mendukung,” pungkasnya.
sumber kompas.com

Penemu Handphone Pertama

Martin Cooper sang penemu hp

Biografi Martin Cooper. Berterima kasih kepadanya karena dialah sang penemu handphone atau telepon genggam pertama. Dia sendiri tidak membayangkan bahwa telepon selular bisa sekecil sekarang ini sehingga dapat dibawa kemana saja sesuai dengan kebutuhan dan tuntutan di zaman nirkabel sekarang ini. Martin Marty Cooper dilahirkan pada tanggal 26 Desember 1928 di Chicago, Illinois, USA. Beliau dikenal sebagai penemu handphone. Ia merupakan pemimpin tim insinyur dari Motorola yang mengembangkan perangkat genggam ponsel yang berbeda dari telepon mobil (Car Phone). Cooper adalah CEO dan pendiri ArrayComm, sebuah perusahaan yang bekerja dalam penelitian teknologi Smart Antena dan mengembangkan jaringan nirkabel, dan merupakan direktur Penelitian dan Pengembangan Motorola.

Masa Awal Martin Cooper
Martin Cooper dibesarkan di Chicago ketika terjadi masa resesi dunia. Orang tuanya adalah imigran Ukraina. Ia menerima gelar sarjana di bidang Electrical Engineering pada tahun 1950.

Karir Martin Cooper
Martin Cooper bergabung dengan Reserve Officers Training Corps Angkatan Laut Amerika Serikat. Ia bertugas di kapal perusak Angkatan Laut AS selama Perang Korea dan kemudian di sebuah kapal selam yang bermarkas di Hawaii.

Setelah perang usai, Cooper meninggalkan angkatan laut dan mulai bekerja di Teletype, anak perusahaan Western Electric. Pada tahun 1954, ia pindah ke Motorola. Sambil bekerja di sana ia meneruskan studinya dimalam hari. Pada tahun 1957, ia menerima gelar Magister dalam bidang rekayasa elektronika dari Illinois Institute of Technology.

Pada tahun 1960 ia berperan penting dalam mengubah lembaran teknologi informasi yang sebelumnya terbatas digunakan dalam satu bangunan tunggal menjadi semakin luas yang dapat menghubungkan antar kota. Cooper membantu memperbaiki cacat dalam kristal Motorola yang dibuat untuk radio. Hal ini mendorong perusahaan untuk memproduksi massal kristal kuarsa pertama untuk digunakan dalam jam tangan quartz.

Pada tahun 1960, John F. Mitchell menjadi kepala insinyur proyek komunikasi portabel Motorola. Pada awal 1970-an, Mitchell memberi tanggung jawab pada Cooper di divisi telepon mobil (Carphone). Mitchell dan Cooper membayangkan sebuah produk komunikasi yang tidak hanya terpaku di dalam mobil. Sehingga alat tersebut haruslah kecil dan cukup ringan untuk menjadi alat portabel. Butuh waktu 90 hari pada tahun 1972 untuk menciptakan prototipe pertama dari ide tersebut.

Cooper dan para insinyur yang bekerja untuknya, serta Mitchell mempatenkan penemuan “Radio Telephone System" yang diajukan pada 17 Oktober 1973 dengan nomor paten 3906166 dan disetujui pada September 1975 atas nama mereka. Cooper dianggap sebagai penemu pertama telepon genggam seluler (handphone) pertama dan orang pertama yang melakukan panggilan dengan prototipe ponsel genggam seluler tersebut pada 3 April 1973. Kejadian yang bersejarah tersebut disaksikan di muka umum di depan wartawan dan orang orang yang lewat di jalan kota New York. Panggilan pertama ditujukan kepada Dr. Joel S. Engel, kepala riset di Bell Labs.

Kalimat pertama yang diucapkan adalah "Joel, I'm calling you from a 'real' cellular telephone. A portable handheld telephone."

Panggilan pertama tersebut sebagai awal penanda mulainya pergeseran fundamental teknologi dan pasar komunikasi ke arah komunikasi telepon yang portabel dimana
seseorang dapat langsung berkomunikasi langsung dengan orang lain, tidak lagi seperti dahulu kala dimana yang dituju adalah tempat sebagaimana telepon rumah. Ini adalah karya hasil dari visinya bagi komunikasi telepon genggam nirkabel personal yang membedakannya dari telepon mobil (Car Phones). Cooper kemudian mengungkapkan bahwa ia mendapat ide untuk mengembangkan ponsel setelah menonton Kapten Kirk yang menggunakan suatu alat komunikator pada acara serial televisi Star Trek.

Meskipun digelari sebagai ‘Bapak Telepon Selular (Ponsel)’, dengan rendah hati Martin Cooper mengatakan “Meskipun aku bagian dari penemuan tersebut, tapi karya tersebut adalah hasil kerja tim dan ratusan literatur orang orang yang menciptakan visi tentang bagaimana selular seperti hari ini, yang tentu belum sempurna. Kami masih terus bekerja dan berusaha untuk membuatnya lebih baik”.
Handphone Pertama Di Dunia
Komersialisasi Produk
Handset pertama Motorola DynaTAC, mempunyai berat 1 kg (2,2 pon) dan 35 menit waktu bicara. Di tahun 1983, setelah mengalami empat kali iterasi, tim Cooper telah mengurangi berat handset menjadi setengahnya. Harga produk tersebut sekitar $ 4.000 (atau sama nilainya dengan$ 8.600 di tahun 2009). Cooper Meninggalkan Motorola sebelum mereka mulai menjual ponsel genggamnya ke konsumen.

Sistem Bisnis Selular
Martin Cooper memulai sebuah perusahaan dengan para mitra yang menyediakan sistem penagihan operator selular. Pada tahun 1986, mereka menjual Cincinnati Bell seharga $23m.

ArrayComm
Pada tahun 1992, Martin Cooper bergabung dengan Richard Roy, seorang peneliti di Universitas Stanford, untuk membentuk ArrayComm. Perusahaan ini mulai mengkhususkan dalam penciptaan komunikasi selular yang lebih efisien. Sementara memimpin perusahaan ini, Cooper menciptakan Hukum Cooper (Cooper's Law). Hukum ini menyatakan bahwa setiap 30 bulan jumlah informasi yang ditransmisikan melalui jumlah tertentu melalui spektrum radio bertambah dua kali lipat. Dia menyatakan bahwa hukum ini telah berlaku sejak tahun 1897 ketika Marconi mempatenkan telegraf nirkabel pertama kali.

Penghargaan dan Afiliasi
Pada tahun 1995, Martin Cooper menerima penghargaan Wharton Infosys Business Transformation Award untuk inovasi teknologi di bidang komunikasi. Cooper juga merupakan anggota Mensa International. Di tahun 2000 Martin Cooper termasuk Top Sepuluh Pengusaha di majalah Red Herring. Pada tahun 2009, ia bersama dengan Raymond Tomlinson dianugerahi Prince of Asturias, sebuah penghargaan bagi penelitian ilmiah dan penelitian teknis.

“ Wireless is freedom. It's about being unleashed from the telephone cord and having the ability to be virtually anywhere when you want to be. That freedom is what cellular is all about. It pleases me no end to have had some small impact on people's lives because these phones do make people's lives better. They promote productivity, they make people more comfortable, they make them feel safe and all of those things. In the sense I had a small contribution there makes me feel very good” (Martin Marty Cooper).
sumber  biografiku.com

Sabtu, 17 Oktober 2015

Merubah air laut menjadi air tawar

Teknologi terbaru Ini Ubah Air Laut Jadi Air Minum

Memurnikan air kotor merupakan proses yang sangat sulit dan mahal, terlebih lagi di negara-negara berkembang yang hanya menggelontorkan sedikit uang untuk riset semacam ini.

Dikutip dari laman Science Alert, Kamis (17/9/2015), tim peneliti di Universitas Alexandria, Mesir mengembangkan prosedur pemurnian air laut menggunakan teknik desalinasi yang disebut pervaporasi, dimana mampu menghilangkan garam dari air laut dan membuatnya layak minum.

Membran sintetik yang dibuat secara khusus digunakan untuk menyaring partikel garam dan zat atau unsur lainnya yang berukuran besar, sehingga semua unsur tersebut hilang menguap, dan kemudian sisanya memanas, menjadi uap air, dan kembali mengental menjadi air bersih.

Membran itu dapat dibuat di laboratorium manapun menggunakan bahan murah yang tersedia di area setempat, dan bagian penguapan dari proses tersebut tidak memerlukan listrik. Artinya, metode baru ini murah dan cocok untuk daerah tanpa listrik reguler.

Teknik ini tidak hanya memungkinkan berlangsungnya desalinasi air laut, tetapi juga mampu menghilangkan limbah dan unsur atau zat lainnya. Para peneliti yang terdiri dari beberapa bidang keahlian, seperti oseanografi, teknik kimia, teknik pertanian, dan rekayasa biosistem hadir dengan solusi. Karya mereka kini telah diterbitkan dalam jurnal Water Science and Technology.

"Teknologi yang diterapkan dalam penelitian ini jauh lebih baik daripada reverse osmosis, teknologi yang saat ini digunakan di Mesir dan sebagian besar negara-negara Timur Tengah dan Afrika Utara. Teknologi ini memungkinkan desalinasi air laut dengan konsentrasi garam tinggi secara efektif seperti di Laut Merah, dimana biaya desalinasi lebih mahal, namun hasilnya kurang," kata Helmy El-Zanfaly, profesor di Pusat Penelitian Nasional Mesir.

Sayangnya, bagi mereka yang sedang menunggu teknologi semacam ini, masih banyak pekerjaan yang harus dilakukan, sebelum teknologi ini ditindaklanjuti.

Para peneliti yang mengerjakan proyek ini harus menyiapkan uji coba yang membuktikan kebenaran teori mereka dalam skala besar. Selain itu, ada juga isu tentang penanganan limbah yang dihasilkan dari proses teknologi ini.

Kendati demikian, teknologi baru semacam ini berdampak besar pada kehidupan jutaan orang. Menurut Water.org, sekitar 750 juta orang di seluruh dunia tidak memiliki akses terhadap air minum bersih, sebuah masalah yang menyebabkan kematian sekitar 840.000 orang setiap tahunnya.
diambil dari liputan6.com

Hackerpun ditantang

Sebagai salah satu full-size electric sedan luxury yang peminatnya makin meledak belakangan ini, keunggulan Tesla Model S tak bisa disangkal lagi memang merupakan salah satu yang terbaik.
Di samping memiliki bekal rating keamanan yang tinggi, irit bahan bakar dan ramah lingkungan, varian terbaru mobil yang sukses melakukan debut tahun 2012 tersebut juga punya satu andalan lain, yakni sebuah touchscreen display raksasa nan canggih berukuran 17 inch.

Tak cukup itu saja, demi membuktikan kecanggihan keamanan sang Tesla Model S mereka bahkan berani menantang hacker manapun yang sanggup membobol keamanan mobil ini dengan imbalan sebesar US$ 10.000 atau sekitar Rp 116 juta.
Seperti yang dilansir oleh gtspirit (15/07), agar mendapatkan imbalan itu hacker yang ingin berpartisipasi harus sanggup mengambil alih remote access kendali mobil listrik tersebut via display raksasa tadi di ajang SyScan Conference yang berlangsung di Beijing tanggal 16-17 Juli besok.

Hebat kan bro? Hal ini bisa menjadi media pembuktian sang Tesla Model S bahwa rating bintang 5 keamanan mereka bukanlah main-main.

Perbedaan layar LCD dan AMOLED

Ini Bedanya Layar LCD dan AMOLED di Ponsel

cnet.com
Dengan semakin meluasnya penggunaan layar sentuh berukuran besar sebagai perangkat input utama pada perangkat mobile, kualitas tampilan pun menjadi makin penting karena menentukan kenyamanan pengguna dalam memakai gadget yang bersangkutan.

Berbagai istilah seperti AMOLED, IPS, dan Retina display digunakan sebagai embel-embel  teknologi layar perangkat tertentu untuk menarik pembeli.

Namun, secara umum terdapat 2 jenis layar utama yang dipakai pada kebanyakan perangkat  mobile, yaitu LCD dan AMOLED. Perbedaan berikut kelebihan dan kekurangannya dari keduanya akan KompasTekno ulas di artikel ini.

LCD


ips
Layout pixel layar LCD In-Plane Switching milik LG Optimus 4X HD (gambar:bestboyz.de)
LCD atau Liquid Crystal Display telah digunakan sebagai layar berbagai macam perangkat selama berpuluh-puluh tahun, mulai dari monitor komputer, layar smartphone, sampai jam tangan.

Sesuai namanya, layar LCD menggunakan medium kristal cair yang diselipkan diantara beberapa panel kaca atau material transparan lain.

Ketika dilihat dari jarak sangat dekat, tampak unit-unit pixel berwarna merah, hijau, dan biru yang menyusun tampilan gambar pada layar LCD.

Beberapa layar LCD menggunakan teknologi In-Plane Switching atau IPS untuk meningkatkan kualitas reproduksi warna dan sudut pandang optimal yang lebih luas. Layar  "Retina Display" milik iPhone 4/4s misalnya, adalah layar LCD dengan teknologi IPS yang memiliki resolusi tinggi.

Layar LCD mampu mereproduksi warna dengan sangat realistik, tetapi memerlukan lampu penerang tambahan (backlight) karena tidak menghasilkan cahaya sendiri.

Beberapa perangkat populer yang menggunakan layar LCD: iPhone 4/4s, iPad,  dan HTC One X

AMOLED

amoled
Layout pixel layar AMOLED dengan "pentile display" milik HTC One S (gambar:bestboyz.de)
Teknologi layar AMOLED atau Active Matrix Organic Light Emitting Diode sebenarnya juga   sudah ada sejak lama, sejarahnya membentang hingga ke dekade 50-an.

Belakangan, layar tipe ini ramai diterapkan di perangkat-perangkat gadget karena memiliki beberapa kelebihan dibanding LCD seperti tidak memerlukan lampu backlight dan memiliki tingkat kontras yang lebih tinggi.

super-amoled-apple-iphone-3gs
Layar AMOLED (kiri) memiliki tingkat kontras yang lebih tinggi dibandingkan LCD (gambar:oled-display.net)
AMOLED terbuat dari lapisan polimer organik tipis yang menyala ketika dialiri listrik. Karena konstruksinya yang sederhana, layar AMOLED bisa dibuat sangat tipis.

Kebanyakan layar AMOLED memiliki struktur pixel yang disebut "pentile display", di mana dua sub-pixel merah dan biru berukuran lebih besar dan ditempatkan diantara dua sub-pixel berwarna hijau yang berukuran normal. Dengan kemikian, susunan pixel-nya menjadi' Red-Green-Blue-Green (RGBG), bukan Red-Green-Blue seperti pada LCD.

Keuntungan dari "pentile display" adalah sebuah layar AMOLED bisa dibuat seterang layar konvensional dengan hanya sepertiga jumlah sub-pixel yang biasanya diperlukan.

Kekurangannya, dikarenakan oleh ukuran sub-pixel merah dan biru yang lebih besar, layar jadi terlihat "grainy" atau tampak seperti memiliki resolusi rendah, walau sebenarnya tidak demikian.

Layar AMOLED biasanya sulit dilihat di bawah pancaran cahaya matahari langsung, tetapi  teknologi Super AMOLED Plus dari Samsung yang tidak menggunakan "pentile display" telah memberi peningkatan dalam hal ini.

Beberapa perangkat-perangkat populer yang menggunakan layar AMOLED: Samsung Galaxy S series, Nokia Lumia 900, and HTC One S.

Keputusan di Tangan Anda


phone
Dapatkah Anda melihat smartphone mana yang menggunakan layar LCD atau AMOLED? (gambar: digitaltrends.com)
Baik LCD maupun AMOLED memiliki kelebihan dan kelemahan masing-masing. Saat ini, kedua  jenis layar sudah mampu menghasilkan tampilan berkualitas sangat tinggi. Kualitas tampilan pun bervariasi antar produk dan merk, walaupun menggunakan jenis layar yang sama.

Satu-satunya cara untuk menentukan jenis layar mana yang sesuai dengan selera adalah dengan memegang perangkat dan melihat sendiri tampilan layarnya.

Anda akan dengan mudah mengetahui layar mana yang memberikan viewing angle, kontras, dan reproduksi warna yang paling cocok untuk kebutuhan setelah memakai perangkat yang bersangkutan selama beberapa menit.
sumber kompas.com

Printer merek Hp terbaru lebih cepat

Printer HP Terbaru Cetak Warna "Bolak-balik" dalam 10 Detik

Seorang wanita memamerkan seri printer HP terbaru, HP Color LaserJet Pro MFP M477, di China World Hotel, Beijing, Selasa (22/9/2015).
 
Hewlett Packard (HP) terus berinovasi mengembangkan produk printer dan multi function printer (MFP) nya. Kali ini, HP memperkenalkan dua printer LaserJet dan dua printer LaserJet Multi Function Purposes MFP teranyar mereka.

Produk-produk andalan itu telah diperkuat dengan teknologi JetIntelligence yang dapat membantu pelaku usaha menyelesaikan pekerjaan jauh lebih cepat dengan energi yang lebih sedikit dan desain yang lebih menarik.

Inovasi cartridge original HP Toner dengan JetIntelligence menawarkan pergantian presisi toner untuk pencetakan hitam dan putih. Sehingga menghasilkan lebih banyak halaman per cartridge. 

Vice President, Printing Systems, Asia Pacific and Japan Leong Han Kong mengatakan produk-produk keluaran terbaru ini dikhususkan bagi para pelaku usaha kecil dan menengah atau Small Medium Business (SMB).

"Para pelaku usaha itu secara terus menerus ditantang untuk menyelesaikan pekerjaan mereka lebih efisien dan aman. Hal ini juga dapat meningkatkan kepuasan pelanggan dan memanfaatkan lebih banyak peluang," kata Han Kong dalam acara peluncuran produk tersebut, di World China Hotel, Beijing, Selasa (22/9/2015). 

Keempat HP LaserJet terbaru itu mampu mencetak hingga 4.000 halaman tiap bulannya. Printer-printer ini juga memungkinkan pencetakan dokumen Microsoft Word dan PowerPoint langsung dari USB.

Adapun keempat HP LaserJet terbaru itu adalah HP LaserJet Pro M402 yang merupakan printer monokrom atau cetak hitam putih dengan desain terkecil dan paling efisien penggunaan energi di kelasnya.

Kemudian HP Color LaserJet Pro M452 yang menawarkan kinerja pencetakan warna cepat dan terbaik di kelasnya. Dengan pencetakan halaman pertama hingga 48 persen lebih cepat dibanding pendahulunya. 

Selanjutnya HP LaserJet Pro MFP M426 yang menawarkan pencetakan monokrom di dalam MFP. Produk ini dibuat untuk produktivitas dengan pemindaian cepat dua sisi dan mendukung alur kerja dokumen. Termasuk pemindaian ke e-mail, folder, dan USB. Seri ini juga menawarkan kinerja pencetakan cepat terbaik di kelasnya dengan pencetakan dua sisi hingga 100 persen lebih cepat dibanding pendahulunya, HP LaserJet Pro 400 MFP.

Untuk membuktikannya, saat acara berlangsung, dua orang wartawan sempat diminta maju dan memegang stopwatch. Kemudian pembawa acara mencoba mencetak dua sisi kertas. Benar saja, kemampuan cetak HP LaserJet Pro MFP M426 lebih cepat dibanding HP LaserJet Pro 400 MFP.

Stopwatch berhenti pada detik ke-20 untuk HP LaserJet Pro MFP M426 dan detik ke-40 bagi HP LaserJet Pro 400 MFP. 

Terakhir, seri HP Color LaserJet Pro MFP M477 yang menawarkan pemindaian cepat dua sisi dan mendukung alur kerja dokumen. Termasuk pemindaian ke e-mail, folder, dan USB.

Seri ini juga menawarkan kinerja pencetakan warna cepat terbaik di kelasnya dengan pencetakan dua sisi 150 persen lebih cepat dan pencetakan halaman pertama lebih cepat 46 persen dibanding pendahulunya.

Pembawa acara kembali meminta seorang wartawan untuk menghitung kecepatan cetak HP Color LaserJet Pro MFP M477. Ternyata, produk MFP ini mampu mencetak hanya dalam waktu 10 detik saja.

"Berbagai seri baru printer HP LaserJet 400 dan MFP ini sangat efisien untuk menjaga produktivitas dunia usaha dengan kecepatan cetak tercepat untuk halaman pertama dan dua sisi serta lebih hemat energi. HP LaserJet baru ini juga akan membantu mengamankan lingkungan cetak dunia usaha, sejak boot up hingga shut down dan dengan fitur-fitur keamanan terintegrasi seperti penyimpanan pekerjaan dengan PIN printing," kata Han Kong.

Keempat produk teranyar tersebut mulai dipasarkan, termasuk di pasar Indonesia, pada November mendatang.

Seri HP LaserJet Pro M402 dibanderol seharga Rp 3.940.000. Kemudian seri HP Color LaserJet Pro M452 dengan harga Rp 6.762.000. Seri HP LaserJet Pro MFP M426 dengan harga Rp 7.245.000. Serta seri HP Color LaserJjet Pro MFP M477 yang akan dibanderol dengan harga Rp 8.626.000.

GOOGLE RILIS OS ANDROID MARSHMALLOW 6.0

Keunggulan OS Android Marshmallow 6.0

Keunggulan OS Android Marshmallow 6.0
Google luncurkan OS Android terbaru, Android Marshmallow 6.0 (Foto: Search Engine Land) 
Google secara resmi mengumumkan peluncuran OS Android terbaru mereka yang bernama Marshmallow. Android terbaru Google ini akan menjadi OS Android versi 6.0 dan Google telah merilis versi preview final dari OS ini.
Vendor asal Korea Selatan, Samsung, sebagai salah satu manufaktur smartphone dan tablet yang rutin menggunakan sistem operasi besutan Google ini, menjelaskan tentang fitur-fitur terbaru dari Marshmallow.
Berikut keunggulan dari OS Android Marshmallow 6.0 seperti dimuat Tech Radar:
1. Izin Aplikasi
Para pengguna Marshmallow 6.0 bisa memberikan izin berbeda untuk setiap aplikasi. Misalnya, jika pengguna tidak ingin memberika informasi lokasi yang ada pada WhatsApp, izin bisa dihilangkan dengan mudah. Caranya, pengguna tinggal menghapus tanda ceklis pada daftar izin untuk aplikasi WhatsApp.
2. Rekam Jejak Memori Aplikasi
Pengguna bisa mengecek aplikasi apa yang paling sering dan banyak menikmati jatah memori. Ini bisa dicek pada tombol tab Memory.
3. Pemindai Sidik Jari
Pengguna bisa menggunakan fitur pemindai ini untuk mengaktifkan ponsel hingga menyetujui pembelian di Google Play Store. Jadi pengguna tidak perlu mengetikkan semua password seperti pada sistem operasi Lollipop.
4. Google NowFungsi Google Now yang canggih, membuat Google memberikan jalan pintas bagi pengguna yang ingin memakai fitur Google ini. Anda hanya perlu menekan tombol Home beberapa detik, maka Google Now akan langsung bisa digunakan. Pengguna tidak perlu menutup atau meninggalkan aplikasi yang sedang dibuka, sehingga lebih efektif.
5. Fitur Hemat Baterai
Android Marshmallow bakal menyimpan energi baterai sebanyak-banyaknya dengan mengaktifkan Doze Mode jika ponsel tidak digunakan selama beberapa waktu.
6. Tampilan
Jika dilihat dari tampilan awal, Android Marshmallow tetap menggunakan desain tampilan di Android 5.0 Lollipop. Namun, ada perbedaan yang tidak terlalu mencolok adalah ‘scrolling’ menjadi berbentuk horisontal. Anda juga bisa dengan mudah mencari aplikasi yang diinginkan dengan cara langsung melompat ke aplikasi tersebut. Anda hanya perlu mengetahui abjad pertama aplikasi itu.

Rabu, 14 Oktober 2015

Desember, Beli Kartu SIM Mesti Tunjukkan KTP




Dalam dua bulan mendatang, tepatnya 15 Desember 2015, pemerintah akan mulai menertibkan pendaftaran kartu SIM baru untuk telepon seluler. Semua pembeli kartu SIM diwajibkan menunjukkan dan mencatatkan kartu identitasnya kepada penjual.

"Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) bersama operator dan Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI) sudah sepakat memulai penertiban tanggal 15 Desember 2015," ujar Kepala Pusat Informasi dan Humas Kemenkominfo Ismail Cawidu dalam pesan singkat kepada KompasTekno, Senin (12/10/2015).

"Kalau ada pembeli SIM card baru, registrasinya dilakukan oleh petugas operator yang sudah diberi identitas sehingga semua nomor (yang dibeli) bisa ditelusuri. Saat ini, semua operator masih dalam proses penyelesaian aplikasinya masing-masing," ujarnya.

Petugas operator yang dimaksud berada dalam konter atau gerai dan sudah mendapatkan nomor identitas terdaftar dari operator telekomunikasi.

Selanjutnya, pembeli kartu SIM mesti menunjukkan identitasnya, misalnya kartu tanda penduduk (KTP), surat izin mengemudi (SIM), paspor, atau kartu keluarga. Registrasi kartu SIM mesti menggunakan nomor identitas penjual dan data identitas pembeli sehingga tidak bisa lagi dilakukan di luar gerai.

Selama ini, registrasi prabayar dilakukan oleh pembeli dengan cara mengirim pesan ke 4444. Namun, cara tersebut dinilai terlalu longgar sehingga banyak pembeli yang asal menuliskan nama, alamat, dan tanggal lahir.

Kelonggaran tersebut dinilai berkontribusi terhadap munculnya SMS spam (pesan singkat yang mengganggu) dan biasanya berisi penipuan. Dengan menertibkan proses registrasi prabayar, diharapkan hal seperti itu akan berkurang. 
sumber kompas.com

Pengertian teknologi dan sejarahnya

Teknologi

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Pada pertengahan abad ke-20, manusia telah mencapai kecukupan teknologi untuk kali pertama meninggalkan atmosfer Bumi dan menjelajahi ruang angkasa.
Teknologi adalah keseluruhan sarana untuk menyediakan barang-barang yang diperlukan bagi kelangsungan, dan kenyamanan hidup manusia.
Penggunaan teknologi oleh manusia diawali dengan pengubahan sumber daya alam menjadi alat-alat sederhana. Penemuan prasejarah tentang kemampuan mengendalikan api telah menaikkan ketersediaan sumber-sumber pangan, sedangkan penciptaan roda telah membantu manusia dalam beperjalanan, dan mengendalikan lingkungan mereka. Perkembangan teknologi terbaru, termasuk di antaranya mesin cetak, telepon, dan Internet, telah memperkecil hambatan fisik terhadap komunikasi dan memungkinkan manusia untuk berinteraksi secara bebas dalam skala global. Tetapi, tidak semua teknologi digunakan untuk tujuan damai; pengembangan senjata penghancur yang semakin hebat telah berlangsung sepanjang sejarah, dari pentungan sampai senjata nuklir.
Teknologi telah memengaruhi masyarakat dan sekelilingnya dalam banyak cara. Di banyak kelompok masyarakat, teknologi telah membantu memperbaiki ekonomi (termasuk ekonomi global masa kini) dan telah memungkinkan bertambahnya kaum senggang. Banyak proses teknologi menghasilkan produk sampingan yang tidak dikehendaki, yang disebut pencemar, dan menguras sumber daya alam, merugikan, dan merusak Bumi dan lingkungannya. Berbagai macam penerapan teknologi telah memengaruhi nilai suatu masyarakat, dan teknologi baru seringkali mencuatkan pertanyaan-pertanyaan etika baru. Sebagai contoh, meluasnya gagasan tentang efisiensi dalam konteks produktivitas manusia, suatu istilah yang pada awalnynya hanya menyangku permesinan, contoh lainnya adalah tantangan norma-norma tradisional.
bahwa keadaan ini membahayakan lingkungan, dan mengucilkan manusia; penyokong paham-paham seperti transhumanisme dan tekno-progresivisme memandang proses teknologi yang berkelanjutan sebagai hal yang menguntungkan bagi masyarakat, dan kondisi manusia. Tentu saja, paling sedikit hingga saat ini, diyakini bahwa pengembangan teknologi hanya terbatas bagi umat manusia, tetapi kajian-kajian ilmiah terbaru mengisyaratkan bahwa primata lainnya, dan komunitas lumba-lumba tertentu telah mengembangkan alat-alat sederhana, dan belajar untuk mewariskan pengetahuan mereka kepada keturunan mereka.

Daftar isi

Definisi dan penggunaan

Penciptaan mesin cetak telah memungkinkan para ilmuwan dan politisi mengomunikasikan gagasan-gagasan mereka secara lebih mudah, kunci pembuka bagi Abad Pencerahan; sebuah contoh teknologi sebagai kekuatan budaya.
Penggunaan istilah 'teknologi' (bahasa Inggris: technology) telah berubah secara signifikan lebih dari 200 tahun terakhir. Sebelum abad ke-20, istilah ini tidaklah lazim dalam bahasa Inggris, dan biasanya merujuk pada penggambaran atau pengkajian seni terapan.[1] Istilah ini seringkali dihubungkan dengan pendidikan teknik, seperti di Institut Teknologi Massachusetts (didirikan pada tahun 1861).[2] Istilah technology mulai menonjol pada abad ke-20 seiring dengan bergulirnya Revolusi Industri Kedua. Pengertian technology berubah pada permulaan abad ke-20 ketika para ilmuwan sosial Amerika, dimulai oleh Thorstein Veblen, menerjemahkan gagasan-gagasan dari konsep Jerman, Technik, menjadi technology. Dalam bahasa Jerman dan bahasa-bahasa Eropa lainnya, perbedaan hadir di antara Technik dan Technologie yang saat itu justru nihil dalam bahasa Inggris, karena kedua-dua istilah itu biasa diterjemahkan sebagai technology.
Pada dasawarsa 1930-an, technology tidak hanya merujuk pada 'pengkajian' seni-seni industri, tetapi juga pada seni-seni industri itu sendiri.[3] Pada tahun 1937, seorang sosiolog Amerika, Read Bain, menulis bahwa technology includes all tools, machines, utensils, weapons, instruments, housing, clothing, communicating and transporting devices and the skills by which we produce and use them ("teknologi meliputi semua alat, mesin, aparat, perkakas, senjata, perumahan, pakaian, peranti pengangkut/pemindah dan pengomunikasi, dan keterampilan yang memungkinkan kita menghasilkan semua itu").[4]
Definisi yang diajukan Bain masih lazim dipakai oleh kaum terpelajar hingga saat ini, terkhusus ilmuwan sosial. Tetapi ada juga definisi yang sama menonjolnya, yakni definisi teknologi sebagai sains terapan, khususnya di kalangan para ilmuwan, dan insinyur, meskipun sebagian besar ilmuwan sosial yang mempelajari teknologi menolak definisi ini.[5] Yang lebih baru, para kaum terpelajar telah meminjam dari para filsuf Eropa, technique, untuk memperluas makna technology ke berbagai macam bentuk nalar instrumental, seperti dalam karya Foucault tentang techniques de soi, yang diterjemahkan sebagai technologies of the self atau teknologi diri.
Kamus-kamus, dan para sarjana telah memberikan berbagai macam definisi. Kamus Merriam-Webster memberikan definisi "technology" sebagai the practical application of knowledge especially in a particular area (terapan praktis pengetahuan, khususnya dalam ruang lingkup tertentu) dan a capability given by the practical application of knowledge (kemampuan yang diberikan oleh terapan praktis pengetahuan).[6] Ursula Franklin, dalam karyanya dari tahun 1989, kuliah "Real World of Technology", memberikan definisi lain konsep ini; yakni practice, the way we do things around here (praktis, cara kita memperbuat ini semua di sekitaran sini).[7] Istilah ini seringkali digunakan untuk mengimplikasikan suatu lapangan teknologi tertentu, atau untuk merujuk teknologi tinggi atau sekadar elektronik konsumen, bukannya teknologi secara keseluruhan.[8] Bernard Stiegler, dalam Technics and Time, 1, mendefinisikan technology dalam dua cara: sebagai the pursuit of life by means other than life (pencarian kehidupan, dalam artian lebih dari sekadar hidup), dan sebagai organized inorganic matter (zat-zat anorganik yang tersusun rapi).[9]
Secara umum, teknologi dapat didefinisikan sebagai entitas, benda maupun tak benda yang diciptakan secara terpadu melalui perbuatan, dan pemikiran untuk mencapai suatu nilai. Dalam penggunaan ini, teknologi merujuk pada alat, dan mesin yang dapat digunakan untuk menyelesaikan masalah-masalah di dunia nyata. Ia adalah istilah yang mencakupi banyak hal, dapat juga meliputi alat-alat sederhana, seperti linggis atau sendok kayu, atau mesin-mesin yang rumit, seperti stasiun luar angkasa atau pemercepat partikel. Alat, dan mesin tidak mesti berwujud benda; teknologi virtual, seperti perangkat lunak dan metode bisnis, juga termasuk ke dalam definisi teknologi ini.[10]
Kata "teknologi" juga digunakan untuk merujuk sekumpulan teknik-teknik. Dalam konteks ini, ia adalah keadaan pengetahuan manusia saat ini tentang bagaimana cara untuk memadukan sumber-sumber, guna menghasilkan produk-produk yang dikehendaki, menyelesaikan masalah, memenuhi kebutuhan, atau memuaskan keinginan; ia meliputi metode teknis, keterampilan, proses, teknik, perangkat, dan bahan mentah. Ketika dipadukan dengan istilah lain, seperti "teknologi medis" atau "teknologi luar angkasa", ia merujuk pada keadaan pengetahuan, dan perangkat disiplin pengetahuan masing-masing. "Teknologi state-of-the-art" (teknologi termutakhir, sekaligus tercanggih) merujuk pada teknologi tinggi yang tersedia bagi kemanusiaan di ranah manapun.
Teknologi dapat dipandang sebagai kegiatan yang membentuk atau mengubah kebudayaan.[11] Selain itu, teknologi adalah terapan matematika, sains, dan berbagai seni untuk faedah kehidupan seperti yang dikenal saat ini. Sebuah contoh modern adalah bangkitnya teknologi komunikasi, yang memperkecil hambatan bagi interaksi sesama manusia, dan sebagai hasilnya, telah membantu melahirkan sub-sub kebudayaan baru; bangkitnya budaya dunia maya yang berbasis pada perkembangan Internet dan komputer.[12] Tidak semua teknologi memperbaiki budaya dalam cara yang kreatif; teknologi dapat juga membantu mempermudah penindasan politik dan peperangan melalui alat seperti pistol atau bedil. Sebagai suatu kegiatan budaya, teknologi memangsa ilmu dan rekayasa, yang masing-masing memformalkan beberapa aspek kerja keras teknologis.

Ilmu, rekayasa, dan teknologi

Perbedaan antara ilmu, rekayasa, dan teknologi tidaklah selalu jelas. Ilmu adalah penyelidikan bernalar atau pengkajian fenomena, ditujukan untuk menemukan prinsip-prinsip yang melekat di antara unsur-unsur dunia fenomenal dengan membekerjakan teknik-teknik formal seperti metode ilmiah.[13] Teknologi tidak mesti hasil ilmu semata-mata, oleh karena teknologi harus memenuhi persyaratan seperti utilitas, kebergunaan, dan keselamatan.
Rekayasa adalah proses berorientasi tujuan dari perancangan, dan pembuatan peralatan, dan sistem untuk mengeksploitasi fenomena alam dalam konteks praktis bagi manusia, seringkali (tetapi tidak selalu) menggunakan hasil-hasil, dan teknik-teknik dari ilmu. Pengembangan teknologi dapat dilukiskan pada banyak ranah pengetahuan, termasuk pengetahuan ilmiah, rekayasa, matematika, linguistika, dan sejarah, guna mencapai suatu hasil yang praktis.
Teknologi seringkali merupakan konsekuensi dari ilmu, dan rekayasa — meskipun teknologi sebagai kegiatan manusia seringkali justru mendahului kedua-dua ranah tersebut. Misalnya, ilmu dapat mengkaji aliran elektron di dalam penghantar listrik, dengan menggunakan peralatan, dan pengetahuan yang telah ada sebelumnya. Pengetahuan yang baru ditemukan ini kemudian dapat digunakan oleh para insinyur, dan teknisi untuk menciptakan peralatan, dan mesin-mesin baru, seperti semikonduktor, komputer, dan bentuk-bentuk teknologi tingkat lanjut lainnya. Dalam cara pandang seperti ini, para ilmuwan, dan rekayasawan kedua-duanya dapat dipandang sebagai "teknolog"; ketiga-tiga ranah ini seringkali dapat dipandang sebagai satu untuk tujuan penelitian, dan referensi.[14]
Hubungan pasti antara ilmu, dan teknologi secara khusus telah diperdebatkan oleh para ilmuwan, sejarawan, dan pembuat kebijakan pada penghujung abad ke-20, sebagiannya karena debat dapat mengabarkan pembiayaan ilmu dasar, dan ilmu terapan. Dalam kebangkitan setelah Perang Dunia II, misalnya, di Amerika Serikat terdapat anggapan yang meluas bahwa teknologi hanyalah "ilmu terapan" dan untuk mendanai ilmu dasar adalah dengan cara menuai hasil-hasil teknologi pada waktunya. Artikulasi filsafat ini dapat ditemukan secara eksplisit di dalam risalah yang ditulis Vannevar Bush mengenai kebijakan ilmu pascaperang, Science—The Endless Frontier: "Produk-baru, industri baru, dan lebih banyak lapangan kerja memerlukan tambahan pengetahuan sinambung akan hukum-hukum alam... Pengetahuan baru yang esensial ini dapat diperoleh hanya melalui penelitian ilmiah dasar." Tetapi, pada akhir dasawarsa 1960-an, pandangan ini muncul dilatarbelakangi oleh serangan langsung, memimpin ke arah berbagai inisiatif untuk mendanai ilmu untuk tujuan tertentu (inisiatif-inisiatif ini ditolak oleh komunitas ilmiah). Isu tersebut masih diperdebatkan—meskipun sebagian besar analis menolak model bahwa teknologi hanyalah hasil dari penelitian ilmiah.[15][16]

Sejarah

Perkembangan teknologi berlangsung secara evolutif.[17] Sejak zaman Romawi Kuno pemikiran, dan hasil kebudayaan telah nampak berorientasi menuju bidang teknologi.[17]
Secara etimologis, akar kata teknologi adalah "techne" yang berarti serangkaian prinsip atau metode rasional yang berkaitan dengan pembuatan suatu objek, atau kecakapan tertentu, atau pengetahuan tentang prinsip-prinsip atau metode, dan seni.[17] Istilah teknologi sendiri untuk pertama kali dipakai oleh Philips pada tahun 1706 dalam sebuah buku berjudul Teknologi: Diskripsi Tentang Seni-Seni, Khususnya Mesin (Technology: A Description Of The Arts, Especially The Mechanical).[17]

Kemajuan

Tak dapat dipungkiri jika kemajuan teknologi masa kini berkembang sangat pesat. Hal ini dapat dibuktikan dengan banyaknya inovasi-inovasi yang telah dibuat di dunia ini. Dari hingga yang sederhana, hingga yang menghebohkan dunia.
Sebenarnya Teknologi sudah ada sejak zaman dahulu, yaitu zaman romawi kuno. Perkembangan teknologi berkembang secara drastis, dan terus berevolusi hingga sekarang. Hingga menciptakan obyek-obyek, teknik yang dapat membantu manusia dalam pengerjaan sesuatu lebih efisien, dan cepat. Salah satunya adalah seperti yang ada di Indonesia, yaitu fenomena mobil esemka yang diciptakan beberapa sekolah di Solo. Telah membuat inovasi mobil Nasional untuk Indonesia. Selain itu juga, ada di Sidoarjo yang memproduksi kapal laut untuk kebutuhan melaut.
Dalam bentuk yang paling sederhana, kemajuan teknologi dihasilkan dari pengembangan cara-cara lama atau penemuan metode baru dalam menyelesaikan tugas-tugas tradisional seperti bercocok tanam, membuat baju, atau membangun rumah.[18]
Ada tiga klasifikasi dasar dari kemajuan teknologi yaitu :[18]
  • Kemajuan teknologi yang bersifat netral (bahasa Inggris: neutral technological progress)
    Terjadi bila tingkat pengeluaran (output) lebih tinggi dicapai dengan kuantitas dan kombinasi faktor-faktor pemasukan (input) yang sama.
  • Kemajuan teknologi yang hemat tenaga kerja (bahasa Inggris: labor-saving technological progress)
    Kemajuan teknologi yang terjadi sejak akhir abad kesembilan belas banyak ditandai oleh meningkatnya secara cepat teknologi yang hemat tenaga kerja dalam memproduksi sesuatu mulai dari kacang-kacangan sampai sepeda hingga jembatan.
  • Kemajuan teknologi yang hemat modal (bahasa Inggris: capital-saving technological progress)
    Fenomena yang relatif langka. Hal ini terutama disebabkan karena hampir semua riset teknologi, dan ilmu pengetahuan di dunia dilakukan di negara-negara maju, yang lebih ditujukan untuk menghemat tenaga kerja, bukan modalnya.
Pengalaman di berbagai negara berkembang menunjukan bahwa adanya campur tangan langsung secara berlebihan, terutama berupa peraturan pemerintah yang terlampau ketat, dalam pasar teknologi asing justru menghambat arus teknologi asing ke negara-negara berkembang.[19]
Kemajuan teknologi memang sangat penting untuk kehidupan manusia zaman sekarang. Karena teknologi adalah salah satu penunjang kemajuan manusia. Di banyak belahan masyarakat, teknologi telah membantu memperbaiki ekonomi, pangan, komputer, dan masih banyak lagi.
Di lain pihak suatu kebijaksanaan 'pintu yang lama sekali terbuka' terhadap arus teknologi asing, terutama dalam bentuk penanaman modal asing (PMA), justru menghambat kemandirian yang lebih besar dalam proses pengembangan kemampuan teknologi negara berkembang karena ketergantungan yang terlampau besar pada pihak investor asing, karena merekalah yang melakukan segala upaya teknologi yang sulit, dan rumit.[19]
Ini menjadi bukti bahwa memang teknologi sudah menjadi kebutuhan, dan merata di setiap sektor kehidupan manusia. Terlebih setelah adanya penemuan komputer, dan laptop, yang sekarang hampir semua pekerjaan manusia memiliki hubungan dengan komputer ataupun laptop. Sehingga pantas jika komputer adalah penemuan yang paling mutakhir, dan yang paling berpengaruh pada kehidupan manusia.

Referensi

  1. ^ For ex., George Crabb, Universal Technological Dictionary, or Familiar Explanation of the Terms Used in All Arts and Sciences, Containing Definitions Drawn From the Original Writers, (London: Baldwin, Cradock and Joy, 1823), s.v. "technology."
  2. ^ Julius Adams Stratton and Loretta H. Mannix, Mind and Hand: The Birth of MIT (Cambridge: MIT Press, 2005), 190-92. ISBN 0-262-19524-0.
  3. ^ Eric Schatzberg, "Technik Comes to America: Changing Meanings of Technology Before 1930," Technology and Culture 47 (July 2006): 486-512.
  4. ^ Read Bain, "Technology and State Government," American Sociological Review 2 (December 1937): 860.
  5. ^ Donald A. MacKenzie and Judy Wajcman, "Introductory Essay" in The Social Shaping of Technology, 2nd ed. (Buckingham, England : Open University Press, 1999) ISBN 0-335-19913-5.
  6. ^ Kesalahan pengutipan: Tag <ref> tidak sah; tidak ditemukan teks untuk ref bernama mwdict
  7. ^ Franklin, Ursula. "Real World of Technology". House of Anansi Press. Diakses tanggal 2007-02-13.
  8. ^ "Technology news". BBC News. Diakses tanggal 2006-02-17.
  9. ^ Stiegler, Bernard (1998). Technics and Time, 1: The Fault of Epimetheus. Stanford University Press. pp. 17, 82. ISBN 0-8047-3041-3 Check |isbn= value (bantuan). Stiegler lebih terkemudian menyatakan bahwa biotechnology (bioteknologi) tidak lagi dapat didefinisikan sebagai "organized inorganic matter", given that it is, rather, "the reorganization of the organic" ('zat-zat anorganik yang tersusun rapi', melainkan 'penyusunan kembali zat-zat organik'). Stiegler, Bernard (2008). L'avenir du passé: Modernité de l'archéologie. La Découverte. p. 23. ISBN 2-7071-5495-4.
  10. ^ "Industry, Technology and the Global Marketplace: International Patenting Trends in Two New Technology Areas". Science and Engineering Indicators 2002. National Science Foundation. Diakses tanggal 2007-05-07.
  11. ^ Borgmann, Albert (2006). "Technology as a Cultural Force: For Alena and Griffin" (fee required). The Canadian Journal of Sociology 31 (3): 351–360. doi:10.1353/cjs.2006.0050. Diakses tanggal 2007-02-16.
  12. ^ Macek, Jakub. "Defining Cyberculture". Diakses tanggal 2007-05-25.
  13. ^ "Science". Dictionary.com. Diakses tanggal 2007-02-17.
  14. ^ "Intute: Science, Engineering and Technology". Intute. Diakses tanggal 2007-02-17.
  15. ^ Wise, George (1985). "Science and Technology". Osiris (2nd Series) 1: 229–246..
  16. ^ Guston, David H. (2000). Between politics and science: Assuring the integrity and productivity of research. New York: Cambridge University Press. ISBN 0-521-65318-5..
  17. ^ a b c d Imam Sukardi, "Pilar Islam Bagi Pluralisme Modern", Tiga Serangkai, 2003, 9796684055, 9789796684052.
  18. ^ a b "Pembangunan Ekonomi, Edisi 9, Jilid 1", Erlangga, 9790158149, 9789790158146.
  19. ^ a b Isei, "Pemikiran Dan Permasalahan Ekonomi Di Indonesia Dalam Setengah Abad Terakhir 4", Kanisius, 2005, 979211212X, 9789792112122.